loading...
Secara umum, jahe dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, memperkuat imun tubuh, mengobati nyeri otot, pencernaan, dan banyak lainnya.
Akan tetapi, dalam kondisi tertentu efek samping jahe ini dapat membahayakan, sehingga walaupun jahe merupakan rempah-rempah alami, tetapi tetap saja harus bijak dalam mengonsumsi jahe.
Jahe bisa membahayakan jika dikonsumsi di waktu yang tidak tepat. Seperti salah satunya, bahwa jahe akan sangat berbahaya ketika dikonsumsi bersamaan dengan mengonsumsi obat jenis beta-blocker, antikogulan dan obat-obatan insulin. Berikut di bawah ini berbagai efek samping jahe:
1. Iritasi KulitDalam suatu kondisi, jahe juga dimanfaatkan untuk pengobatan luar, akan tetapi penggunaan jahe untuk obat luar ini bisa menimbulkan alergi pada sebagian orang, yang akhirnya menimbulkan iritasi di kulit.
Timbulnya iritasi kulit ini akibat kulit tidak cocok dengan jahe, atau kulit sebenarnya cocok tetapi dosis jahe yang dioleskan ke kulit yang terlalu banyak. Efek samping yang ditimbulkan dari mengaplikasikan jahe pada kulit ini berupa iritasi kulit dan munculnya ruam merah.
2. Masalah di PencernaanMunculnya rasa mulas dan juga sering bersendawa menjadi efek samping dari minum minuman jahe yang sering terjadi. Apalagi jika seseorang menelan jahe tanpa mengunyahnya, hal ini kurang baik karena bisa mengakibatkan terjadinya penyumbatan di usus.
Bagi orang yang mengalami masalah peradangan di usus, maka perlu menghindari sementara konsumsi minuman jahe, minimal mambatasi konsumsi jahe secara ketat. Karena dikhawatirkan akan muncul efek sampingnya berupa perut kembung, mulut serasa terbakar, gas, sendawa dan muncul masalah di pencernaan.
Sebagai solusinya guna meminimalisir efek samping tersebut, Anda bisa mengonsumsi jahe yang dalam bentuk produk kapsul.
Secara umum, mengonsumsi jahe secara berlebihan tidaklah baik untuk organ pencernaan. Termasuk tidak baik mengonsumsi jahe saat mengalami masalah peradangan pada organ usus (seperti yang sudah dijelaskan diatas).
Baca juga: KUNYIT HITAM (16 Manfaat Kunyit Hitam Bagi Kesehatan)
3. Risiko PerdarahanKonsumsi jahe juga bisa berpotensi menimbulkan masalah pendarahan, meskipun kasus ini cukup jarang terjadi, dimana belum banyak laporan mengenai masalah ini.
Kandungan di dalam jahe bisa menghambat enzim COX-1 dan COX-2, hal inilah yang memicu terjadinya perdarahan gastrointestinal (pendarahan saluran cerna). Organ yang merupakan saluran cerna yaitu kerongkongan, perut, usus kecil, usus besar dan dubur.
Munculnya pendarahan saluran cerna bisa meningkat resikonya akibat kebiasaan buruk seperti konsumsi alkohol dan merokok.
Selain itu, infeksi bakteri dan penggunaan jangka panjang obat jenis steroid, obat pengencer darah, aspirin, obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID) dapat meningkatkan resiko resiko pendarahan saluran cerna.
Keberadaan COX-1 yang mencukupi di lapisan lambung sangat penting perannya dalam melindungi organ saluran cerna dari resiko terjadinya perdarahan.
Konsumsi jahe secara berlebihan bisa ‘membrangus’ senyawa COX-1 tersebut, sehingga beresiko menyebabkan terjadinya perdarahan internal, yang terutama di saluran pencernaan ini.
Efek samping yang ditimbulkan dari mengonsumsi jahe ini tidak boleh diremehkan, sehingga perlu kehati-hatian dalam mengonumsi jahe walaupun manfaat jahe yang sangat besar sekalipun.
Anda perlu menghindari konsumsi teh jahe ketika mengalami masalah pembekuan darah, dimana jangan mengonsumsi jahe bersamaan dengan mengkonsumsi obat pengencer darah.
Anda juga harus menghindari konsumsi jahe bersamaan dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (seperti aspirin atau naproxen). Lalu batasi konsumsi jahe tidak lebih dari 4 g dalam sehari.
4. Penyakit Kandung KemihPenyakit kandung kemih adalah sebuah kondisi yang cukup serius. Penyakit kandung kemih beresiko muncul akibat dari mengonsumsi jahe bersamaan dengan jenis tanaman herbal lainnya.
Oleh karena itu, jika pengetahuan Anda kurang memadai tentang hakekat suatu tanaman herbal serta efek sampingnya, maka lebih baik menghindari konsumsi jahe bersamaan dengan tanaman herbal tersebut.
Baca juga: TEMULAWAK (21 Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan, Khasiat Pengobatan, Anak, dll)
5. Kurang Baik Mengonsumsi Jahe yang Dikombinasikan dengan Herbal / Obat LainnyaAnda harus ingat, bahwa TIDAK SELALU mengombinasikan banyak tanaman herbal untuk dikonsumsi dalam satu waktu akan lebih baik khasiatnya, karena ada tanaman herbal yang tidak cocok dikonsumsi bersamaan, yang bisa menyebabkan masalah kesehatan nantinya jika salah dalam mengombinasikan tanaman herbal.
Zat yang terkandung di dalam jahe tidak selalu cock dengan zat yang terkandung di dalam tanaman herbal lainnya. Kesalahan dalam mengkombinasi-kan ini, selain memicu penyakit kandung kemih (seperti sudah disebutkan diatas) juga beresiko memicu penyakit diabetes.
Adapun, mengombinasikan jahe dengan obat-obatan kimia maka harus dihindari sama sekali, jika ingin dilakukan maka hanya boleh berdasarkan petunjuk dari dokter atau ahli kesehatan.
Mengkombinasikan jahe dengan obat anti inflamasi non-steroid bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan.
Hal yang perlu Anda ingat, bahwa menurut National Institutes of Health, jahe tidak boleh dikombinasikan dengan obat jenis pengencer darah, beta blocker dan obat yang menyebabkan kantuk.
Meskipun memang terdapat beberapa jenis tanaman herbal yang jika dikombinasikan akan memberikan khasiat yang besar.
Namun, dalam praktek mengkombinasikan ini Anda harus memiliki pengetahuan lebih dalam mengenai tanaman herbal yang ingin dikombinasikan, mengetahui jenis kandungannya, lalu juga harus mengetahui dosis mengkombinasikan yang tepat.
Intinya, jika ingin mengkombinasikan jahe dengan tanaman herbal lainnya, maka harus sesuai dengan petunjuk ahli kesehatan, dokter atau orang yang paham mengenai hal ini.
1. Bisa Muncul MemarMengonsumsi jahe yang terlalu banyak dosisnya akan menyebabkan tubuh rentan untuk mengalami memar. Kondisi tubuh yang mengalami memar ini memiliki keterkaitan dengan adanya masalah pendarahan di bagian dalam tubuh.
Kondisi memar biasa masih masuk ke dalam kategori masalah kesehatan yang ringan. Akan tetapi jika sampai terjadi pendarahan maka Anda perlu menghentikan sementara konsumsi jahe yang selama ini dilakukan, lalu segera memeriksakan diri ke dokter
2. Perut KembungPerut Kembung merupakan sebuah keadaan di dalam perut yang terdapat gas berlebihan, akibat yang ditimbulkan dari perut kembung ini adalah membuat produltifitas bisa menurun, karena kondisi perut kembung akan membuat tubuh merasa kurang nyaman dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Sebenarnya jika dikonsumsi dalam dosis yang benar, konsumsi jahe ini bisa membuat tubuh menjadi lebih enak, nyaman dan tenang.
Akan tetapi, jika asal-asalan (tidak memperhatikan dosis yang pas) dalam konsumsi jahe justru menimbulkan masalah kesehatan. Hal yang umum terjadi yaitu perut akan terasa penuh dengan gas (kembung).
Jika mengalami masalah ini maka hentikan sementara konsumsi jahe, hingga gejala perut kembung hilang.
3. Mengakibatkan Datang Bulan Menjadi Lebih BeratPada suatu penelitian mengungkapkan tentang khasiat jahe. Di dalam penelitian tersebut, bahwa lebih dari 60 persen wanita merasakan kondisi yang lebih baik ketika masa menstruasi jika mengonsumsi jahe. Dimana rasa nyeri selama haid berkurang berkat manfaat jahe.
Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi jahe justru bisa mengakibatkan datang bulan menjadi lebih berat dari biasanya, seperti munculnya masalah ketidaknyamanan pada perut.
loading...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar